Ayah Saksikan Anaknya Tergilas Truk
MARTAPURA – Zaenal Ariffin (37) menangis sejadi-jadinya. Dia tak kuasa lagi menutupi kedukaannya, setelah melihat anak kandungnya, Nasrullah (17), tewas bermandikan darah di tepi Jln A Yani Km 41,5, Desa Antasan Senor, Martapura, Banjar, Rabu (2/1) sekitar pukul 10.00 Wita. Tragisnya, dengan mata kepala sendiri, Zaneal melihat tubuh anaknya, yang kesehariannya membantu berjualan minyak solar, digilas ban belakang truk pengangkut lum (karet masak).
Sebenarnya Zaenal telah berusaha memberitahu sopir agar berhenti. Namun usahanya terlambat. Pengemudi truk, Hamlani (37), tidak memperhatikan dan terus menjalankan truk sampai akhirnya ban belakang menggilas tubuh remaja itu hingga bagian kaki dan kepala Nasrullah remuk.
Zaenal, yang ditemui Metro Banjar di RSUD Ratu Zalecha, Martapura menuturkan, kecelakaan yang merenggut anaknya itu berawal saat dirinya bermaksud pergi ke Palangka Raya, Kalteng, untuk sebuah keperluan.
Sekitar pukul 05.00 Wita, Zaenal dan anaknya meluncur dari Desa Parupan RT3, Danau Panggang, Hulu Sungai Utara (HSU) dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter DA 5814 FO. Untuk keperluan perjalanan, mereka membawa perbekalan di dalam tiga buah tas ransel.
Ketika berada di Jln A Yani Km 41,5, Desa Antasan Senor, Martapura, Banjar, sepeda motor yang dikemudikan Zaenal beriringan dengan truk bak kayu yang mengangkut lum milik PTP Danau Salak, yang terletak di Mataraman, Banjar.
Tanpa sebab yang jelas, tiba-tiba saja terjadi senggolan antara sepeda motor yang dikemudikan Zaenal dengan truk. Akibatnya, tubuh Zaenal jatuh ke kiri bersama dengan sepeda motor. Sedangkan Nasrullah jatuhnya ke kanan dan tepat di kolong truk.
Mengetahui anaknya tepat berada di bawah truk yang tengah berjalan, Zaenal segera bangkit dan berteriak-teriak sekuatnya sambil mengangkat tangannya agar sopir menghentikan truk.
Celakanya, sopir truk tidak mendengar teriakannya dan terus melaju. Beberapa detik kemudian, ban belakang truk itu pun menggilas tubuh dan kepala hingga di bagian muka Nasrullah. Korban langsung tewas di tempat kejadian.
Teriakan Zaenal tidak urung mengejutkan warga yang berada di lokasi. Warga langsung mendekati Zaenal. Setelah melihat apa yang terjadi, warga buru-buru menutupi tubuh korban yang basah dengan darah itu dengan menggunakan jaket korban.
Warga kemudian menghubungi aparat Satlantas Polres Banjar. Bagian Unit Lakalantas yang mendapatkan informasi itu langsung mendatangi tempat kejadian. Selanjutnya, mereka membawa jenazah Nasrullah ke ruang mayat RSUD Ratu Zalecha, Martapura.
Setelah jenazah sampai ke rumah sakit, beberapa saat kemudian, Zaenal yang mengalami luka di lengan tangan kiri, datang ke rumah sakit. Tidak lama, beberapa sanak saudaranya berdatangan ke rumah sakit.
Usai divisum dan tubuhnya dibersihkan, jenazah sulung dari 2 bersaudara itu dibawa pulang ke Babirik, Amuntai, HSU, untuk disemayamkan dan dimakamkan. esy
Belum ada komentar.