Desa Antaraku Geger Temuan Intan 199 Karat
BANJAR – Di tengah menunggu datangnya minyak solar yang akan digunakan untuk mengisi mesin penambangan, tiba-tiba Misran tergerak hatinya untuk turun ke areal tambang mengais tanah diareal pendulangan. Tidak dinyana-nyana, saat jari-jari tangannya mengais ternyata menyentuh sebuah benda asing yang diketahuinya sebuah intan. Karena yakin itu batu mulia Ia terus mengais kanan kiri intan yang berbentuk seperti batu itu. Mengetahui barang itu benar-benar intan, ia tidak kuasa dan kaget melihat benda itu adalah intan yang tergolong cukup besar, ia pun meminta penambang lainnya Mulyadi untuk mengambilnya. Kondisiitu terekam saat Misran menemukan intan yang diperkirakan seberat 200 karat, Selasa (1/1) silam.
Sontak temuan intan itu membuat geger di areal penambangan yang penambangannya menggunakan mesin milik Pambakal Antaraku, Israniansyah. Gegerlah masyarakat Pengaron menyusul ditemukannya intan berwarna keabu abuan.
Pembakal Isra membenarkan anak buahnya memang menemukan sebuah intan yang besarnya sebesar penthol ini. Namun, ia masih merahasiakan maupun menunjukkan secara umum temuan itu dengan alasan keamanan. Kini intan itu disimpan di tempat yang aman.
“Iya. Kami memang menemukan intan itu. Itu bukan berita bohong. Barangnya benar-benar ada pada kami. Kami menemukannya hari Selasa tanggal 1 Januari lalu, saat tahun baru. Tapi jangan difotodulu ya,” ujarnya saat dihubungi via ponsel, Senin (7/1) siang.
Saat ditemukan di lokasi itu ada sembilan orang penambang asal desa setempat. Areal penambangan intan di desa itu sendiri telah berjalan turun temurun selama puluhan tahun. Penemuan intan ini adalah penemuan terbesar yang pernah ada.
Pambakal Isra mengungkapkan, pihaknya tidak bisa memastikan hendak diapakan dengan intan ini. Namun berdasarkan pertemuannya dengan sejumlah pihak intan itu rencananya akan hendak diolah terlebih dahulu sebelum dijual.
Terkait dengan harga intan 200 karat yang ditemukannya ini, Isra mengaku belum tahu secara persis. Tapi kata beberapa orang, intan ini adalah yang terbesar di Asia, bahkan mungkin terbesar didunia yang pernah ditemukan.
Masyarakat yang penasaran ingin membuktikan kebenaran berita tersebut. Tidak hanya masyarakat dari Kabupaten Banjar saja yang datang ke Desa Antaraku. Kabarnya sejumlah pengusaha atau makelar penjual intan sudah berdatangan. Bahkan beberapa di antaranya datang dari luar negeri bahkan disebut-sebut ada yang datang dari Jerman berminat membelinya.
Tahun 2007 silam, sebuah intan berukuran besar juga ditemukan. Tepatnya Kecamatan Sungai Pinang Banjar. Sekelompok pendulang intan pimpinan mantan Pembakal Sungai Pinang, Mahjul hari Selasa 20Februari 2007 sekitar pukul 11.00 Wita, menemukan intan seberat 21 karat.
Intan pertamakali ditemukan oleh Arsa, pemuda yang turut dalam kelompok pendulang. Ia setengah berteriak menyatakan telah menemukan intan sebesar ujung jari kelingking orang dewasa. Intan
itu akhirnya berhasil terjual sekitar Rp 1,4 miliar.
Diawali Mimpi
Temuan intan seberat 200 karat memang tidak datang begitu saja dan bukannya tanpa firasat. Diyakini, temuan superbesar berwarna abu-abu itu tidak lepas dari mimpi Habib Muhidin tokoh masyarakatDesa Antaraku Pengaron.
Pembakal Isra menuturkan, peristiwa temuan itu diyakini tidak dapat dilepaskan dari mimpi Habib Muhidin yang menjadi tokoh masyarakat di desa itu. “Sebelumnya, beliau bermimpi didatangi perempuan cantik dan menceritakan kepada saya. Namun dalam mimpi itu hendak didekati iamerasa malu-malu. Tidak tahunya pendulang justru menemukan intan,” ujar Pambakal Isra.
Sebagai pengingat bahwa intan itu ditemukan diawali dengan mimpi dalam tidur Habib Muhidin, ia memberikan nama intan itu dengan sebutan intan puteri malu sesuai dengan nama yang diberikan Habib.
Berdasarkan saran dari Habib Muhidin pulalah, intan superbesar itu akan diolah dulu sebelum dijual agar harganya bisa lebih mahal. Habib Muhidin, kata dia, mengatakan bahwa intan tersebut mentah dan harus diolah dulu agar bisa mahal harganya saat dijual.
Diperkirakan, nilai intan yang ditemukan ini bisa mencapai Rp 15 miliar. Membandingkan temuan intan di Sungai Pinang yang hanya seberat 21 karat saja, intan itu laku terjual Rp 1,5 miliar.Apalagi ini beratnya mencapai 200 karat kurang sedikit. esy
Belum ada komentar.