Diduga Akibat Kena Strom
BANJAR – Penyebab meninggalnya Astian (26), petani desa Desa Sungkai Baru RT 02 Simpang Empat Banjar yang jenasahnya ditemukan di areal Perkebunan Inti Rakyat (PIR) masih menjadi buah bibir warga Simpang Empat. Berkembang kabar di masyarakat Simpang Empat, meninggalnya korban disebabkan faktor kelalaian manusia. Di daerah sekitar tempat temuan mayat, banyak dijumpai kawat-kawat yang dialiri listrik. Sehingga ada dugaan korban meninggal dunia karena kestrum kuat.Informasi yang diperoleh Metro dari warga, Kamis (10/1) di sekitar lokasi PIR memang dikelilingi kawat yang dialiri listrik. Tujuannya itu menghalau binatang buas yang masuk ke kawasan perkebunan.
“Di daerah situ memang banyak banyak kawat. Mungkin ada yang dialiri listrik yang digunakan untuk menghalau binatang buas yang datang dan menganggu tanaman perkebunan, seperti jagung,” ujar salah seorang warga.
Sayangnya, Kapolsek Simpang Empat Iptu M Rais yang dihendak dikonfirmasi Metro terkait penyebab kematian apakah diduga karena setrum tidak berhasil dikonfirmasi. Beberapakali handphone dihubungi tidak diangkat-angkat.
Aparat Polsek Simpang Empat sendiri telah melakukan sejumlah pihak untuk mengetahui penyebab kematian korban. Kondisi korban yang telah membusuk memang menyulitkan tim medis untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban.
Astian, bapak satu anak yang tinggal RT 02 desa setempat, yang ditemukan menjadi mayat di jalan rawa-rawa di tengah kebun jagung yang berada di dalam Kompleks PIR Desa setempat. Korban diketahui menghilang sejak tiga hari yang lalu. Saat itu korban pamit hendak ke Kotabaru.
Jenasah pertamakali ditemukan Madiono (40) yang saat itu melintas di areal perkebunan PIR. Ia merasakan bau busuk yang cukup menyengat. Awalnya ia mencurigai itu bakai binatang yang ada di areal kebun.
Namun karena penasaranya, ia mulai berjalan menuju sumber bau. Tinggal beberapa langkah lagi, Madiono kaget. Tidak seperti dugaan awal, yakni bau berasal dari bangkai binatang, bau tersebut justru berasal dari mayat Astian. esy/ofy
Belum ada komentar.