eko sutriyanto dot com

123 Murid Diungsikan

MARTAPURA – Kebakaran yang terjadi di Kompleks SDN Keraton, Jl A Yani Km40, Martapura malam tadi setidaknya mengakibatkan kerugian mencapai sekitar Rp 2 miliar lebih.  Itu berdasarkan hasil perhitungan sementara pihak Kimpraswil Banjar setelah melihat dan menghitung 18 bilik yang habis terbakar, terdiri dari tujuh bilik di SDN Keraton 2, tujuh bilik di SDN Keraton 3 dan empat bilik di STIA Bina Banua.

Sementara, untuk Kamis (24/1) kegiatan belajar dan mengajar di SDN Keraton 2 dan Keraton 3 secara terpaksa diliburkan dan kemungkinan baru pada Jumat (25/1) bisa dilaksanakan kembali dengan nebeng di sekolah terdekat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Drs H Faturrakhman, Kamis (24/1) siang menyatakan, keputusan untuk meliburkan kegiatan belajar dan mengajar sengaja diambil karena pada saat itu tidakmemungkinkan untuk melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar.

“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak kepala sekolah dari tadi malam dan dilanjutkan pagi tadi. Akhirnya sementara ini direncanakan untuk menempatkan sebanyak 98 murid SDN Keraton 2 keSDN Keraton 5 dan sebanyak 125 murid SDN Keraton 3 ke SDN Keraton 1,” ujarnya.

Ditambahkannya, jam belajar murid kelas I sampai V kedua sekolah itu terpaksa dilakukan siang atau sore hari setelah murid SDN Keraton 1 dan Keraton 5 pulang. “Untuk kelas VI kita akan menyediakan kelas di SDN Keraton 1 dan Keraton 5 agar bisa masuk sejak pagi. Ini dilakukan karena urid kelas VI menghadapi ujian pada Mei nanti. Kita tidak ingin murid kelas VI mengalami ketertinggalan menjelang ujian nanti,” tegasnya.

Sebelumnya, jelas Fatur, ada rencana untuk melaksanakan kegiatan belajar murid ke gedung Balai Pemuda di dekat Kompleks SDN Keraton itu, namun rencana itu berubah. Pasalnya, tidak ada mebeler yang bisa digunakan ke gedung itu.

“Seluruh mebeler, meja dan kursi serta peralatan mengajar, ludes terbakar. Sehingga tidak bisa memindahkan kegiatan belajar dan mengajar ke gedung itu,” katanya. Disinggung mengenai adanya sebagian buku rapor murid yang terbakar, ia mengaku pihak sekolah sudah membuat berita acara yang selanjutnya akan disampaikan ke Pemprov Kalsel hingga ke Menteri Pendidikan.

Pantauan Metro di lapangan, sejumlah murid yang tidak tahu akan kebakaran yang menimpa sekolahnya turun ke sekolah dengan mengenakan seragam dan kelengkapan sekolah. Sejumlah warga juga memadati halaman kompleks SDN Keraton untuk melihat-lihat puing-puing sekolah yang terbakar itu.

Putri, murid kelas V SDN Keraton 2 berharap sekolahnya bisa segera diperbaiki. “Saya berharap sekolah bisa segera diperbaiki agar saya dan teman-teman bisa bersekolah lagi,” ujarnya.

Menurut Kepala SDN Keraton 2, H Fadillah SPd, jumlah kelas ruangan yang terbakar di sekolahnya berjumlah 7 bilik, terdiri dari enam bilik kelas dan satu ruang guru.Ápp2 Á

“Jumlah bilik yang terbakar sama dengan SDN Keraton 3. Sejumlah barang di ruang guru tidak bisa diselamatkan, teermasuk sebagian besar buku rapor murid,” ujarnya.

Labfor Surabaya Selidiki

TIM dari Cabang Puslabfor Surabaya dan juga dari Polda Kalsel diturunkan untuk melakukan penyelidikan. Sekitar pukul 14.00 Wita, dua orang anggota Puslabfor Surabaya yakni Kompol Haryono dan AKP Agus Susanto langsung menuju tempat kejadian.

Kendati hasil pemeriksaan para saksi mengarah kepada dugaan, api bersumber dari ruang genset yang berada di lantai dua gedung SD yang disewa oleh STIA Bina Banua, namun anggota dengan seksama danteliti memeriksa puing-puing di lantai satu dan dua.

Fokus penelitian akhirnya mengarah ke ruang genset yang berada di lantai dua di dekat tangga dan bersebelahan dengan ruang kelas yang sebelum kejadian memang digunakan untuk kegiatan perkuliahan  mahasiswa.

Berdasarkan keterangan saksi mata, api diketahui memang berasal dari ruang genset. Genset dihidupkan karena digunakan untuk perkuliahan selain digunakan untuk penerangan lampu lain yang berada di bagian sekolah.

Dari ruang genset, anggota Puslabfor mengorek-orek sisa bekas kebakarang yang telah menjadi puing-puing. Sejumlah barang bukti juga diambil untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran itu. Nyaris tidak ada sisa dari genset itu. Semua sudah musnah.

Kapolres Banjar AKBP Drs Sudrajat kepada Metro mengungkapkan, pihaknya memang tidak bisa menyimpulkan penyebab pastinya kebakaran ataupun menetapkan tersangka jika memang kebakaran itu disengaja karena bukan kewenangannya.

“Untuk mengetahui penyebab pastinya nanti kita tunggu hasil penyelidikan dari tim Puslabfor Cabang Surabaya yang kita datangkan. Nantinya dari Puslabfor kita baru mendapatkan laporanhasil penyelidikannya,” ungkap Sudrajat.
 


 

Januari 25, 2008 - Ditulis oleh esymtb | Uncategorized | | No Comments Yet

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar