eko sutriyanto dot com

SMKN 1 Martapura Diteror Bom

MARTAPURA – Sebanyak 500 lebih siswa dan guru di SMKN 1 Martapura yang berada di Jl Pendidikan Ujung, Martapura, Banjar, sontak panik dan berhamburan keluar dari ruang kelas masing-masing menyusul adanya kabar bom yang akan meledak di sekolah itu, Kamis (24/1)siang.

Teror bom yang akan meledak di sekolah itu dikirim oleh seseorang melalui layanan short massage service (SMS) nomor handphone 081952724718 yang diterima seorang guru dan enam siswakelas 2 dan 3 di sekolah itu. Ada yang menerima malam hari, bahkan ada juga siswa yang menerima saat berada di sekolah.

Zisma Wardhani Rabu (23/1) malam sekitar pukul 21.59 Wita. SMS itu juga diterima beberapa siswi lainnya Kamis subuh yakni Putri pukul 04.50 Wita, Shinta (04.57 Wita), Rilda Andriya Aldila (05.01Wita), Ida Jumiyati SPd, walikelas pukul (05.00 Wita), Nesti Galuh Pratiwi (05.30 Wita), Dian Fajar Agustin (07.06 Wita).

Isi SMS tersebut berbunyi “SMKN 1 MARTAPURA PADA JAM 10 AKAN MELEDAK. INI BUKAN KEBOHONGAN TAPI INI ADALAH KEBENARAN. JANGAN PERNAH MENYEPELEKAN”.

SMS itu selanjutnya dilaporkan guru dan siswa kepada Drs Ariani, Kepala SMKN 1 Martapura yang kemudian sekitar pukul 07.30 Wita melaporkan teror itu ke Mapolres Banjar melalui teleponsekolah.

Tak ingin ada hal buruk yang menimpa para siswa, pihak pengelola sekolah kemudian meminta semua siswa keluar dan meninggalkan halaman sekolah. Suasana gaduh dan panik sempatterjadi saat seluruh siswa mengosongkan lingkungan sekolah.

Selanjutnya, seluruh siswa dan guru berkumpul di lahan kosong yang ada di seberang bangunan sekolah tersebut.  Sekitar pukul 08.00 Wita, dipimpin langsung Kapolres BanjarAKBP Sudrajat, puluhan aparat tiba di SMK tersebut dan mengumpulkan data-data. Selanjutnya disusul Tim Jihandak Gegana Brimobda Kalsel lengkap dengan peralatanannya melakukan penyisiran di lingkunganhingga ke dalam ruangan. Tak seinchi pun sudut ruangan yang dilewatkan aparat untuk mencari benda yang mencurigakan.

Lebih dari setengah jam setelah melakukan penyisiran, tim tidak menemui adanya benda yang mencurigakan baik di luar maupun di dalam ruangan di sekolah itu. “Dari penyisiran yang kita lakukan di luar maupun dalam ruangan tidak ada ditemukan benda yang mencurigakan,” jelas Perwira

Unit Gegana Brimobda Kalsel, Iptu I Made S.  Sementara Kapolres Banjar AKBP Sudrajat saat dikonfirmasi menyatakan, setelah mendapat laporan pihaknya langsung berangkat kelokasi dan melakukan pengumpulan data-data.

“Kita sudah memintai keterangan dari siswa dan guru yang menerima SMS itu untuk melacak pelakunya. Bagaimana pun juga kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan,” tegasnya.

Setelah dipastikan aman, kapolres mempersilakan kepsek untuk  meminta seluruh siswa untuk masuk dan melakukan aktivitas kembali.

Dikaitkan dengan Kebakaran SDN Keraton

SEMULA pihak sekolah sempat tidak begitu serius menanggapi adanya SMS berisi ancaman bom yang diterima enam murid dan seorang guru di sekolah itu. Namun, SMS yang dikirim pelaku kekacauan ituternyata tidak hanya sebatas peringatan akan adanya bom yang akan meledak pada pukul 10.00 itu saja.

Pelaku juga mengirimkan pesan singkat melalui SMS yang isinya membuat pihak guru menjadi cukup panik. Isinya mengait-ngaitkan ancaman dengan kenyataan terbakarnya kompleks SDN Keraton pada Rabu (23/1) malam.

“Selain SMS pertama, pelaku juga mengirim SMS yang isinya meminta kami mewaspadai. Kami tidak main-main, lihat saja tadi malam SDN Keraton terbakar,” ujar Ariani membeberkan isi SMS keduayang diterima guru dan siswa.

Adanya SMS kedua itu lah yang kemudian membuat pihak guru meminta seluruh siswa meninggalkan ruangan dan melaporkan ancaman itu ke Mapolres Banjar.

Menurut Ariani, sekitar seminggu sebelumnya, seorang siswa kelas 1 Akuntansi juga pernah di miss call oleh pelaku melalui nomer yang sama.

“Namun, menurut siswi kami, setelah ditelepon balik yang terdengar hanya kata ‘Halo’ dari seorang laki-laki dan selanjutnya hand phone ditutup,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Ardan, kakak Shinta sekitar pukul 07.00 Wita sempat pula menelepon, diangkat dan diterima seorang lelaki namun tiba-tiba ditutup.

Tidak hanya itu salah seorang pelajar yang terkena teror itu sempat menjawab SMS dan dijawab dalam SMS intinya tidak hanya SMK I saja yang nantinya akan dilakukan peledakan. Nantinya akan diledakkan sekolah-sekolah yang lain.

Disinggung apakah ada siswa di sekolah atau orang luar yang bermasalah dengan pihak sekolah, Ariani mengaku selama ini tidak ada masalah sama sekali.

“Kalau pun ada pasti kami akan memanggil orangtuanya dan menyelesaikan masalah itu. Setahu saya memang tidak ada siswa yang bermasalah dengan sekolah,” tandasnya.

Setelah ini, katanya, kegiatan belajar mengajar akan dilanjutkan seperti biasa. Dan pihak sekolah akan meningkatkan pengamanan lingkungan sekolah baik siang maupun malam hari.

“Adanya SMS yang mengaitkan dengan kebakaran di SDN Keraton, kita sudah meminta penjaga sekolah untuk meningkatkan kewaspadaan,” tegasnya.

Untuk menjawab misteri teror ini, selain tim Gegana, tim dari Densus 88 Polda Kalsel, yang dipimpin AKP Hendrik Siregar juga diturunkan membantu proses penyelidikan kasus teror bom yang pertamakalinya terjadi di Martapura ini.

Januari 25, 2008 - Ditulis oleh esymtb | Uncategorized | | No Comments Yet

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar