Peneror SMK I Masih Misterius
BANJAR – Hingga Jumat (25/1) kemarin, jajaran Polres Banjar masih melakukan penyelidikan terkait kasus teror bom yang dialamatkan ke SMK I Martapura yang akan diledakkan Kamis pukul 10.00 Wita, namun akhirnya tidak terbukti. Pihak kepolisian sendiri mengalami kesulitan karena nomer yang digunakan pelaku yakni 081952724718 tidak terdaftar di operator seluler XL. Disamping itu nomer saat ini sudah tidak pernah aktif lagi.
“Kita sudah menghubungi pihak XL, tetapi kita tidak mendapatkan indentitas yang didaftarkan yang jelas sehingga menyulitkan kami,” ujar Kapolres Banjar melalui Kasat Reskrim AKP Sabana Atmojo SIK, Jumat siang.
Cara menual dengan melakukan pemeriksaan terhadap enam siswi dan satu guru juga mengalami kesulitan, selain nomer itu baru, mereka tidak sempat berbicara panjang lebar sehingga sulit mengenali suaranya.
“Kendati mengalami kendala, kami akan berusaha keras mengungkap kasus ini sehingga tidak akan menimbulkan berbagai keresahan dan tidak akan lagi timbul berbagai aksi teror yang meresahkan,” ujarnya.
Diberitakan Metro, SMK I Martapura diteror bom. Sekolah dengan jumlah murid sekitar 500 orang itu diancam oleh seorang lelaki yang mengirimkan ke 6 orang siswi berbagai kelas dan seorang wali kelas.
Bunyi ancamannya dalam SMS itu sama yakni, “SMKN 1 MARTAPURA PADA JAM 10 AKAN MELEDAK. INI BUKAN KEBOHONGAN TAPI INI ADALAH KEBENARAN. JANGAN PERNAH MENYEPELEKAN”. SMS itu dikirim pertamakali kepada Zisma Wardhani Rabu (23/1) malam sekitar pukul 21.59 Wita.
SMS itu juga diterima siswi lainnya Kamis subuh yakni Putri pukul 04.50 Wita, Shinta (04.57 Wita), Rilda Andriya Aldila (05.01 Wita), Ida Jumiyati SPd, seorang walikelas pukul (05.00 Wita), Nesti Galuh Pratiwi (05.30 Wita), Dian Fajar Agustin (07.06 Wita).
ÄÄ
Belum ada komentar.