<?xml version="1.0" encoding="UTF-10"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>eko sutriyanto dot com</title>
	<atom:link href="http://esymetrobanjar.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://esymetrobanjar.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Jan 2008 04:18:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='esymetrobanjar.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>eko sutriyanto dot com</title>
		<link>http://esymetrobanjar.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://esymetrobanjar.wordpress.com/osd.xml" title="eko sutriyanto dot com" />
	<atom:link rel='hub' href='http://esymetrobanjar.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Peneror SMK I Masih Misterius</title>
		<link>http://esymetrobanjar.wordpress.com/2008/01/26/peneror-smk-i-masih-misterius/</link>
		<comments>http://esymetrobanjar.wordpress.com/2008/01/26/peneror-smk-i-masih-misterius/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 04:18:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>esymtb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://esymetrobanjar.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[BANJAR &#8211; Hingga Jumat (25/1) kemarin, jajaran Polres Banjar masih melakukan penyelidikan terkait kasus teror bom yang dialamatkan ke SMK I Martapura yang akan diledakkan Kamis pukul 10.00 Wita, namun akhirnya tidak terbukti. Pihak kepolisian sendiri mengalami kesulitan karena nomer yang digunakan pelaku yakni 081952724718 tidak terdaftar di operator seluler XL. Disamping itu nomer saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=esymetrobanjar.wordpress.com&amp;blog=2451862&amp;post=28&amp;subd=esymetrobanjar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>BANJAR</b> &#8211; Hingga Jumat (25/1) kemarin, jajaran Polres Banjar masih melakukan penyelidikan terkait kasus teror bom yang dialamatkan ke SMK I Martapura yang akan diledakkan Kamis pukul 10.00 Wita, namun akhirnya tidak terbukti. Pihak kepolisian sendiri mengalami kesulitan karena nomer yang digunakan pelaku yakni 081952724718 tidak terdaftar di operator seluler XL. Disamping itu nomer saat ini sudah tidak pernah aktif lagi.<span id="more-28"></span></p>
<p>&#8220;Kita sudah menghubungi pihak XL, tetapi kita tidak mendapatkan indentitas yang didaftarkan yang jelas sehingga menyulitkan kami,&#8221; ujar Kapolres Banjar melalui Kasat Reskrim AKP Sabana Atmojo SIK, Jumat siang.</p>
<p>Cara menual dengan melakukan pemeriksaan terhadap enam siswi dan satu guru juga mengalami kesulitan, selain nomer itu baru, mereka tidak sempat berbicara panjang lebar sehingga sulit mengenali suaranya.</p>
<p>&#8220;Kendati mengalami kendala, kami akan berusaha keras mengungkap kasus ini sehingga tidak akan menimbulkan berbagai keresahan dan tidak akan lagi timbul berbagai aksi teror yang meresahkan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Diberitakan Metro, SMK I Martapura diteror bom. Sekolah dengan jumlah murid sekitar 500 orang itu diancam oleh seorang lelaki yang mengirimkan ke 6 orang siswi berbagai kelas dan seorang wali kelas.</p>
<p>Bunyi ancamannya dalam SMS itu sama yakni, &#8220;SMKN 1 MARTAPURA PADA JAM 10 AKAN MELEDAK. INI BUKAN KEBOHONGAN TAPI INI ADALAH KEBENARAN. JANGAN PERNAH MENYEPELEKAN&#8221;. SMS itu dikirim pertamakali kepada Zisma Wardhani Rabu (23/1) malam sekitar pukul 21.59 Wita.<br />
SMS itu juga diterima siswi lainnya Kamis subuh yakni Putri pukul 04.50 Wita, Shinta (04.57 Wita), Rilda Andriya Aldila (05.01 Wita), Ida Jumiyati SPd, seorang walikelas pukul (05.00 Wita),  Nesti Galuh Pratiwi (05.30 Wita), Dian Fajar Agustin (07.06 Wita).</p>
<p>ÄÄ</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/esymetrobanjar.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/esymetrobanjar.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/esymetrobanjar.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/esymetrobanjar.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/esymetrobanjar.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/esymetrobanjar.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/esymetrobanjar.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/esymetrobanjar.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/esymetrobanjar.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/esymetrobanjar.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/esymetrobanjar.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/esymetrobanjar.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/esymetrobanjar.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/esymetrobanjar.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/esymetrobanjar.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/esymetrobanjar.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=esymetrobanjar.wordpress.com&amp;blog=2451862&amp;post=28&amp;subd=esymetrobanjar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://esymetrobanjar.wordpress.com/2008/01/26/peneror-smk-i-masih-misterius/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/746f2349eccf7e1cc66dfc2bb5c791f1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ekosutriyanto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perantauan Malang Jadi Korban Hipnotis</title>
		<link>http://esymetrobanjar.wordpress.com/2008/01/25/perantauan-malang-jadi-korban-hipnotis/</link>
		<comments>http://esymetrobanjar.wordpress.com/2008/01/25/perantauan-malang-jadi-korban-hipnotis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 02:02:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>esymtb</dc:creator>
				<category><![CDATA[hipnotis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://esymetrobanjar.wordpress.com/2008/01/25/perantauan-malang-jadi-korban-hipnotis/</guid>
		<description><![CDATA[BANJAR - Djamat (45), hanya bisa bingung di Mapolres Banjar. Uang Rp 1,3 juta dan handphone baru Nokia 1600 yang belum genap satu jam dibelinya hilang setelah menjadi korban hipnotis yang dilakukan komplotan pelaku hipnotis.  Warga Desa Apui, Aranio, Banjar menjadi korban penipuan hipnotis saat berada di Jl A Yani Km 41,5 Antasan Senor Martapura [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=esymetrobanjar.wordpress.com&amp;blog=2451862&amp;post=27&amp;subd=esymetrobanjar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font size="2"><strong>BANJAR </strong>- Djamat (45), hanya bisa bingung di Mapolres Banjar. Uang Rp 1,3 juta dan handphone baru Nokia 1600 yang belum genap satu jam dibelinya hilang setelah menjadi korban hipnotis yang dilakukan komplotan pelaku hipnotis.  Warga Desa Apui, Aranio, Banjar menjadi korban penipuan hipnotis saat berada di Jl A Yani Km 41,5 Antasan Senor Martapura Kota, Kamis (24/1) sekitar pukul 13.00 Wita. <span id="more-27"></span></p>
<p> Djamat yang asli Malang Jawa Timur ini kepada Metro, menuturkan peristiwa apes yang menimpanya terjadi saat dirinya berdiri di depan pasar Martapura usai membeli handphone, tengahmelepon saudaranya di Jawa.</p>
<p>Tiba-tiba, ia didatangi seorang lelaki yang meminta ditunjukkan lokasi rumah, seperti yang ditunjukkan dalam kertas lelaki itu. Karena tidak tahu wilayah Martapura, ia pun mengaku tidak tahu.</p>
<p>Karena kasihan, korban lantas menanyakan kepada orang lewat. Rupanya orang yang ditanyakan itu memang mengetahui alamat itu dan menunjukkannya. Lelaki asing itu bukannya berangkat sendiri namun justru minta diantarkan.</p>
<p>Dengan menggunakan sepeda motor mereka meluncur ke arah yang dimaksud. Namun sesampainya di Jl A Yani Km 41, Antasan Senor, tiba-tiba korban dan pelaku berhenti karena berdasarkan penuturan pelaku, orang yang dicarinya berada di pinggir jalan.</p>
<p>Lantas keduanya berhenti di pinggir jalan itu. Saat bersalaman dengan lelaki yang mengenakan topi haji, kesadaran korban hilang. Dalam perkenalan itu, ia memperkenalkan diri mempunyai penerawangan dan bisa menebak hidup seseorang.</p>
<p>Orang berkopiah haji itu menganalisa korban jauh dari rezeki. Untuk itu, korban diminta membeli kembang berbagai rupa di pasar. Korban yang telah terhipnotis menyetujui dengan terlebih dahulu menyerahkan uang Rp 1,3 juta dan HP miliknya.</p>
<p>Beberapa saat kemudian, korban berangkat ke pasar. Namun belum sempat sampai ke pasar, Djamat pulih kesadarannya dan perasaannya tidak dan kembali ke Antasan Senor. Namun ia harus menelankekecewaan karena tersangka pelaku telah menghilang. Iapun melaporkan kasus penipuan itu ke Mapolres Banjar.</p>
<p>Ä</p>
<p>Ä</p>
<p>Œ™</p>
<p></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/esymetrobanjar.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/esymetrobanjar.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/esymetrobanjar.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/esymetrobanjar.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/esymetrobanjar.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/esymetrobanjar.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/esymetrobanjar.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/esymetrobanjar.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/esymetrobanjar.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/esymetrobanjar.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/esymetrobanjar.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/esymetrobanjar.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/esymetrobanjar.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/esymetrobanjar.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/esymetrobanjar.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/esymetrobanjar.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=esymetrobanjar.wordpress.com&amp;blog=2451862&amp;post=27&amp;subd=esymetrobanjar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://esymetrobanjar.wordpress.com/2008/01/25/perantauan-malang-jadi-korban-hipnotis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/746f2349eccf7e1cc66dfc2bb5c791f1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ekosutriyanto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SMKN 1 Martapura Diteror Bom</title>
		<link>http://esymetrobanjar.wordpress.com/2008/01/25/smkn-1-martapura-diteror-bom/</link>
		<comments>http://esymetrobanjar.wordpress.com/2008/01/25/smkn-1-martapura-diteror-bom/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 01:47:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>esymtb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://esymetrobanjar.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[MARTAPURA &#8211; Sebanyak 500 lebih siswa dan guru di SMKN 1 Martapura yang berada di Jl Pendidikan Ujung, Martapura, Banjar, sontak panik dan berhamburan keluar dari ruang kelas masing-masing menyusul adanya kabar bom yang akan meledak di sekolah itu, Kamis (24/1)siang. Teror bom yang akan meledak di sekolah itu dikirim oleh seseorang melalui layanan short [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=esymetrobanjar.wordpress.com&amp;blog=2451862&amp;post=26&amp;subd=esymetrobanjar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font size="2">MARTAPURA &#8211; Sebanyak 500 lebih siswa dan guru di SMKN 1 Martapura yang berada di Jl Pendidikan Ujung, Martapura, Banjar, sontak panik dan berhamburan keluar dari ruang kelas masing-masing menyusul adanya kabar bom yang akan meledak di sekolah itu, Kamis (24/1)siang.</p>
<p>Teror bom yang akan meledak di sekolah itu dikirim oleh seseorang melalui layanan short massage service (SMS) nomor handphone 081952724718 yang diterima seorang guru dan enam siswakelas 2 dan 3 di sekolah itu. Ada yang menerima malam hari, bahkan ada juga siswa yang menerima saat berada di sekolah. <span id="more-26"></span></p>
<p>Zisma Wardhani Rabu (23/1) malam sekitar pukul 21.59 Wita. SMS itu juga diterima beberapa siswi lainnya Kamis subuh yakni Putri pukul 04.50 Wita, Shinta (04.57 Wita), Rilda Andriya Aldila (05.01Wita), Ida Jumiyati SPd, walikelas pukul (05.00 Wita), Nesti Galuh Pratiwi (05.30 Wita), Dian Fajar Agustin (07.06 Wita).</p>
<p>Isi SMS tersebut berbunyi &#8220;SMKN 1 MARTAPURA PADA JAM 10 AKAN MELEDAK. INI BUKAN KEBOHONGAN TAPI INI ADALAH KEBENARAN. JANGAN PERNAH MENYEPELEKAN&#8221;.</p>
<p>SMS itu selanjutnya dilaporkan guru dan siswa kepada Drs Ariani, Kepala SMKN 1 Martapura yang kemudian sekitar pukul 07.30 Wita melaporkan teror itu ke Mapolres Banjar melalui teleponsekolah.</p>
<p>Tak ingin ada hal buruk yang menimpa para siswa, pihak pengelola sekolah kemudian meminta semua siswa keluar dan meninggalkan halaman sekolah. Suasana gaduh dan panik sempatterjadi saat seluruh siswa mengosongkan lingkungan sekolah.</p>
<p>Selanjutnya, seluruh siswa dan guru berkumpul di lahan kosong yang ada di seberang bangunan sekolah tersebut.  Sekitar pukul 08.00 Wita, dipimpin langsung Kapolres BanjarAKBP Sudrajat, puluhan aparat tiba di SMK tersebut dan mengumpulkan data-data. Selanjutnya disusul Tim Jihandak Gegana Brimobda Kalsel lengkap dengan peralatanannya melakukan penyisiran di lingkunganhingga ke dalam ruangan. Tak seinchi pun sudut ruangan yang dilewatkan aparat untuk mencari benda yang mencurigakan.</p>
<p>Lebih dari setengah jam setelah melakukan penyisiran, tim tidak menemui adanya benda yang mencurigakan baik di luar maupun di dalam ruangan di sekolah itu. &#8220;Dari penyisiran yang kita lakukan di luar maupun dalam ruangan tidak ada ditemukan benda yang mencurigakan,&#8221; jelas Perwira</p>
<p>Unit Gegana Brimobda Kalsel, Iptu I Made S.  Sementara Kapolres Banjar AKBP Sudrajat saat dikonfirmasi menyatakan, setelah mendapat laporan pihaknya langsung berangkat kelokasi dan melakukan pengumpulan data-data.</p>
<p>&#8220;Kita sudah memintai keterangan dari siswa dan guru yang menerima SMS itu untuk melacak pelakunya. Bagaimana pun juga kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Setelah dipastikan aman, kapolres mempersilakan kepsek untuk  meminta seluruh siswa untuk masuk dan melakukan aktivitas kembali.</p>
<p>Dikaitkan dengan Kebakaran SDN Keraton</p>
<p>SEMULA pihak sekolah sempat tidak begitu serius menanggapi adanya SMS berisi ancaman bom yang diterima enam murid dan seorang guru di sekolah itu. Namun, SMS yang dikirim pelaku kekacauan ituternyata tidak hanya sebatas peringatan akan adanya bom yang akan meledak pada pukul 10.00 itu saja.</p>
<p>Pelaku juga mengirimkan pesan singkat melalui SMS yang isinya membuat pihak guru menjadi cukup panik. Isinya mengait-ngaitkan ancaman dengan kenyataan terbakarnya kompleks SDN Keraton pada Rabu (23/1) malam.</p>
<p>&#8220;Selain SMS pertama, pelaku juga mengirim SMS yang isinya meminta kami mewaspadai. Kami tidak main-main, lihat saja tadi malam SDN Keraton terbakar,&#8221; ujar Ariani membeberkan isi SMS keduayang diterima guru dan siswa.</p>
<p>Adanya SMS kedua itu lah yang kemudian membuat pihak guru meminta seluruh siswa meninggalkan ruangan dan melaporkan ancaman itu ke Mapolres Banjar.</p>
<p>Menurut Ariani, sekitar seminggu sebelumnya, seorang siswa kelas 1 Akuntansi juga pernah di miss call oleh pelaku melalui nomer yang sama.</p>
<p>&#8220;Namun, menurut siswi kami, setelah ditelepon balik yang terdengar hanya kata &#8216;Halo&#8217; dari seorang laki-laki dan selanjutnya hand phone ditutup,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Tidak hanya itu, Ardan, kakak Shinta sekitar pukul 07.00 Wita sempat pula menelepon, diangkat dan diterima seorang lelaki namun tiba-tiba ditutup.</p>
<p>Tidak hanya itu salah seorang pelajar yang terkena teror itu sempat menjawab SMS dan dijawab dalam SMS intinya tidak hanya SMK I saja yang nantinya akan dilakukan peledakan. Nantinya akan diledakkan sekolah-sekolah yang lain.</p>
<p>Disinggung apakah ada siswa di sekolah atau orang luar yang bermasalah dengan pihak sekolah, Ariani mengaku selama ini tidak ada masalah sama sekali.</p>
<p>&#8220;Kalau pun ada pasti kami akan memanggil orangtuanya dan menyelesaikan masalah itu. Setahu saya memang tidak ada siswa yang bermasalah dengan sekolah,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Setelah ini, katanya, kegiatan belajar mengajar akan dilanjutkan seperti biasa. Dan pihak sekolah akan meningkatkan pengamanan lingkungan sekolah baik siang maupun malam hari.</p>
<p>&#8220;Adanya SMS yang mengaitkan dengan kebakaran di SDN Keraton, kita sudah meminta penjaga sekolah untuk meningkatkan kewaspadaan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Untuk menjawab misteri teror ini, selain tim Gegana, tim dari Densus 88 Polda Kalsel, yang dipimpin AKP Hendrik Siregar juga diturunkan membantu proses penyelidikan kasus teror bom yang pertamakalinya terjadi di Martapura ini.</p>
<p></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/esymetrobanjar.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/esymetrobanjar.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/esymetrobanjar.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/esymetrobanjar.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/esymetrobanjar.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/esymetrobanjar.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/esymetrobanjar.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/esymetrobanjar.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/esymetrobanjar.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/esymetrobanjar.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/esymetrobanjar.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/esymetrobanjar.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/esymetrobanjar.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/esymetrobanjar.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/esymetrobanjar.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/esymetrobanjar.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=esymetrobanjar.wordpress.com&amp;blog=2451862&amp;post=26&amp;subd=esymetrobanjar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://esymetrobanjar.wordpress.com/2008/01/25/smkn-1-martapura-diteror-bom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/746f2349eccf7e1cc66dfc2bb5c791f1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ekosutriyanto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>123 Murid Diungsikan</title>
		<link>http://esymetrobanjar.wordpress.com/2008/01/25/123-murid-diungsikan/</link>
		<comments>http://esymetrobanjar.wordpress.com/2008/01/25/123-murid-diungsikan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 01:06:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>esymtb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://esymetrobanjar.wordpress.com/2008/01/25/123-murid-diungsikan/</guid>
		<description><![CDATA[MARTAPURA &#8211; Kebakaran yang terjadi di Kompleks SDN Keraton, Jl A Yani Km40, Martapura malam tadi setidaknya mengakibatkan kerugian mencapai sekitar Rp 2 miliar lebih.  Itu berdasarkan hasil perhitungan sementara pihak Kimpraswil Banjar setelah melihat dan menghitung 18 bilik yang habis terbakar, terdiri dari tujuh bilik di SDN Keraton 2, tujuh bilik di SDN Keraton [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=esymetrobanjar.wordpress.com&amp;blog=2451862&amp;post=25&amp;subd=esymetrobanjar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font size="2"><strong>MARTAPURA</strong> &#8211; Kebakaran yang terjadi di Kompleks SDN Keraton, Jl A Yani Km40, Martapura malam tadi setidaknya mengakibatkan kerugian mencapai sekitar Rp 2 miliar lebih.  Itu berdasarkan hasil perhitungan sementara pihak Kimpraswil Banjar setelah melihat dan menghitung 18 bilik yang habis terbakar, terdiri dari tujuh bilik di SDN Keraton 2, tujuh bilik di SDN Keraton 3 dan empat bilik di STIA Bina Banua.</p>
<p>Sementara, untuk Kamis (24/1) kegiatan belajar dan mengajar di SDN Keraton 2 dan Keraton 3 secara terpaksa diliburkan dan kemungkinan baru pada Jumat (25/1) bisa dilaksanakan kembali dengan nebeng di sekolah terdekat.<span id="more-25"></span></p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Drs H Faturrakhman, Kamis (24/1) siang menyatakan, keputusan untuk meliburkan kegiatan belajar dan mengajar sengaja diambil karena pada saat itu tidakmemungkinkan untuk melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar.</p>
<p>&#8220;Kita sudah berkoordinasi dengan pihak kepala sekolah dari tadi malam dan dilanjutkan pagi tadi. Akhirnya sementara ini direncanakan untuk menempatkan sebanyak 98 murid SDN Keraton 2 keSDN Keraton 5 dan sebanyak 125 murid SDN Keraton 3 ke SDN Keraton 1,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ditambahkannya, jam belajar murid kelas I sampai V kedua sekolah itu terpaksa dilakukan siang atau sore hari setelah murid SDN Keraton 1 dan Keraton 5 pulang. &#8220;Untuk kelas VI kita akan menyediakan kelas di SDN Keraton 1 dan Keraton 5 agar bisa masuk sejak pagi. Ini dilakukan karena urid kelas VI menghadapi ujian pada Mei nanti. Kita tidak ingin murid kelas VI mengalami ketertinggalan menjelang ujian nanti,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sebelumnya, jelas Fatur, ada rencana untuk melaksanakan kegiatan belajar murid ke gedung Balai Pemuda di dekat Kompleks SDN Keraton itu, namun rencana itu berubah. Pasalnya, tidak ada mebeler yang bisa digunakan ke gedung itu.</p>
<p>&#8220;Seluruh mebeler, meja dan kursi serta peralatan mengajar, ludes terbakar. Sehingga tidak bisa memindahkan kegiatan belajar dan mengajar ke gedung itu,&#8221; katanya. Disinggung mengenai adanya sebagian buku rapor murid yang terbakar, ia mengaku pihak sekolah sudah membuat berita acara yang selanjutnya akan disampaikan ke Pemprov Kalsel hingga ke Menteri Pendidikan.</p>
<p>Pantauan Metro di lapangan, sejumlah murid yang tidak tahu akan kebakaran yang menimpa sekolahnya turun ke sekolah dengan mengenakan seragam dan kelengkapan sekolah. Sejumlah warga juga memadati halaman kompleks SDN Keraton untuk melihat-lihat puing-puing sekolah yang terbakar itu.</p>
<p>Putri, murid kelas V SDN Keraton 2 berharap sekolahnya bisa segera diperbaiki. &#8220;Saya berharap sekolah bisa segera diperbaiki agar saya dan teman-teman bisa bersekolah lagi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Kepala SDN Keraton 2, H Fadillah SPd, jumlah kelas ruangan yang terbakar di sekolahnya berjumlah 7 bilik, terdiri dari enam bilik kelas dan satu ruang guru.Ápp2 Á</p>
<p>&#8220;Jumlah bilik yang terbakar sama dengan SDN Keraton 3. Sejumlah barang di ruang guru tidak bisa diselamatkan, teermasuk sebagian besar buku rapor murid,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Labfor Surabaya Selidiki</p>
<p>TIM dari Cabang Puslabfor Surabaya dan juga dari Polda Kalsel diturunkan untuk melakukan penyelidikan. Sekitar pukul 14.00 Wita, dua orang anggota Puslabfor Surabaya yakni Kompol Haryono dan AKP Agus Susanto langsung menuju tempat kejadian.</p>
<p>Kendati hasil pemeriksaan para saksi mengarah kepada dugaan, api bersumber dari ruang genset yang berada di lantai dua gedung SD yang disewa oleh STIA Bina Banua, namun anggota dengan seksama danteliti memeriksa puing-puing di lantai satu dan dua.</p>
<p>Fokus penelitian akhirnya mengarah ke ruang genset yang berada di lantai dua di dekat tangga dan bersebelahan dengan ruang kelas yang sebelum kejadian memang digunakan untuk kegiatan perkuliahan  mahasiswa.</p>
<p>Berdasarkan keterangan saksi mata, api diketahui memang berasal dari ruang genset. Genset dihidupkan karena digunakan untuk perkuliahan selain digunakan untuk penerangan lampu lain yang berada di bagian sekolah.</p>
<p>Dari ruang genset, anggota Puslabfor mengorek-orek sisa bekas kebakarang yang telah menjadi puing-puing. Sejumlah barang bukti juga diambil untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran itu. Nyaris tidak ada sisa dari genset itu. Semua sudah musnah.</p>
<p>Kapolres Banjar AKBP Drs Sudrajat kepada Metro mengungkapkan, pihaknya memang tidak bisa menyimpulkan penyebab pastinya kebakaran ataupun menetapkan tersangka jika memang kebakaran itu disengaja karena bukan kewenangannya.</p>
<p>&#8220;Untuk mengetahui penyebab pastinya nanti kita tunggu hasil penyelidikan dari tim Puslabfor Cabang Surabaya yang kita datangkan. Nantinya dari Puslabfor kita baru mendapatkan laporanhasil penyelidikannya,&#8221; ungkap Sudrajat.<br />
 </p>
<p></font><br />
 </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/esymetrobanjar.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/esymetrobanjar.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/esymetrobanjar.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/esymetrobanjar.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/esymetrobanjar.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/esymetrobanjar.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/esymetrobanjar.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/esymetrobanjar.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/esymetrobanjar.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/esymetrobanjar.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/esymetrobanjar.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/esymetrobanjar.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/esymetrobanjar.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/esymetrobanjar.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/esymetrobanjar.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/esymetrobanjar.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=esymetrobanjar.wordpress.com&amp;blog=2451862&amp;post=25&amp;subd=esymetrobanjar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://esymetrobanjar.wordpress.com/2008/01/25/123-murid-diungsikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/746f2349eccf7e1cc66dfc2bb5c791f1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ekosutriyanto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibu dan Anak Digorok</title>
		<link>http://esymetrobanjar.wordpress.com/2008/01/20/24/</link>
		<comments>http://esymetrobanjar.wordpress.com/2008/01/20/24/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jan 2008 02:07:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>esymtb</dc:creator>
				<category><![CDATA[sadis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://esymetrobanjar.wordpress.com/2008/01/20/24/</guid>
		<description><![CDATA[BANJAR &#8211; Misteri terbunuhnya Hj Mahmudah (26) dan Asni Alvina alias Pina (6) akhirnya terungkap. Pembunuhnya, Makmun (25), yang tidak lain ipar suami korban diserahkan polisi, Rabu (16/1) sekitar pukul 02.00 Wita.Ia diserahkan ke Mapolres Banjar setelah salah seorang kerabatnya bertemu tersangka di jalan Kasturi saat hendak ke kandang ayam milik Ali. Ia tidak langsung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=esymetrobanjar.wordpress.com&amp;blog=2451862&amp;post=24&amp;subd=esymetrobanjar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font size="2"><strong>BANJAR</strong> &#8211; Misteri terbunuhnya Hj Mahmudah (26) dan Asni Alvina alias Pina (6) akhirnya terungkap. Pembunuhnya, Makmun (25), yang tidak lain ipar suami korban diserahkan polisi, Rabu (16/1) sekitar pukul 02.00 Wita.</font><font size="2">Ia diserahkan ke Mapolres Banjar setelah salah seorang kerabatnya bertemu tersangka di jalan Kasturi saat hendak ke kandang ayam milik Ali. Ia tidak langsung diserahkan ke polisi, namun sempat dipertemukan dan mendapatkan wejangan dari kedua orang tuanya.</font><font size="2"> <span id="more-24"></span>Informasi yang diperoleh Metro, tersangka sempat melarikan diri hingga ke Tanjung. Namun karena perasaannya tidak tenang, belum genap semalam berada di Tanjung ia memutuskan kembali keBanjarbaru ke kandang ayam milik rekannya Ali di Jl Kasturi.</p>
<p>Kepada rekannya itu, ia mengatakan luka yang dideritanya akibat perkelahian dengan dengan rekannya di persawahan desa di Beruntung Baru. Ia mengungkapkan berada di situ untuk pengamanan diri.</p>
<p>Berdasarkan pengakuan tersangka, aksi pembunuhan sendiri berlangsung cukup singkat. Malam itu sekitar pukul 00.30 Wita, ia pulang dari arena kawinan. Di tempat itu, ia sempat menegak minuman6 botol gajah, campuran alkohol dengan minuman energi.</p>
<p>Sampai di rumah, tersangka hanya berganti baju ke sarung dan hanya bercelana dalam. Selanjutnya ia buang air besar di seberang jalan depan rumahnya maupun rumah korban yang letaknya memang berdampingan.</p>
<p>Namun belum sempat buang air besar, korban yang berada di pinggir jalan depan rumah tengah mengangkat air melihat keberadaan tersangka di pinggir jamban yang saat itu nampak dalam kondisimabuk mengatakan hendak akan memberitahukan ke Hilda, istri tersangka.</p>
<p>Tersangka mengatakan jika ia melaporkan perilakunya itu kepada sang istri berarti menganggap korban merusak rumah tangganya. Tersangka langsung bangkit dan berjalan menyeberang jalan mengejar korban dengan menggunakan pisau terhunus.</p>
<p>Korban lari menuju rumahnya. Sampai di depan teras, korban tidak bisa bergerak karena pintunya tertutup. Jeritan korban, agar tersangka tidak berbuat kalap dengan menusuknya tidak digubris sama sekali.</p>
<p>Dalam kondisi itulah tersangka menusukkan pisaunya ke arah dada korban hingga beberapakali sampai akhirnya pintu bisa terbuka. Dalam kondisi luka parah, korban merayap sampai ke dalam kelambu.Korban terus menyerangkan pisaunya.</p>
<p>Saat itulah Asni terbangun tidur setelah mendengar ibunya mengerang kesakitan. Ia bangkit dan memeluk ibunya.  Secara bersamaan di tempat itu, tersangka menggorok Mahmudahdan Pina secara bergantian secara sadis dengan menggunakan pisau hingga akhirnya keduanya meninggal dunia di tempat kejadian di depan kelambu.</p>
<p>Tersangka lantas pulang ke rumah membersihkan luka di tangan. Selanjutnya ia pergi ke rumah Udin yang berada di Handil Jawa dengan cara berjalan kaki. Sesampainya di sana, ia bertemu denganUdin dan mengungkapkan bahwa dirinya baru saja berkelahi.</p>
<p>Oleh Udin, tersangka diantarkan ke Lianganggang dengan harapan bisa ke hulu sungai. Namun karena situasi masih sepi, tersangka diantar ke Tanjung Rema Martapura ke rumah salah seorang teman Udin.Hanya sebentar du Martapura, ia diantar ke Pulau Pinang, Tapin. Menjelang pagi hari, ia berangkat menuju Paringin Balangan untuk sembunyi di rumah salah seorang kerabat jauhnya H Husaini. Di rumah itu, tersangka mendapatkan perawatan. Ia juga mengaku usaiberkelahi dengan senjata tajam.</p>
<p>Tidak lama berselang tersangka dari pasar Paringin berangkat menuju Awayan dan naik taksi ke Tanjung. Pukul 19.00 Wita, ia nongkrong di terminal. Lantas dengan menggunakan taksi ia pulang keBanjarbaru ke rumah Ali di Jl Kasturi.</p>
<p>Keberadaannya tersangka di Jl Kasturi akhirnya diketahui kerabatnya. Iapun lantas diserahkan ke Mapolres Banjar setelah ia bertemu dengan ayah dan ibunya selama lima menit di Guntung PayungLandasan Ulin Banjarbaru. Barulah ia diserahkan polisi.</p>
<p>Melakukan Tanpa Sadar</p>
<p>SAAT melakukan pembunuhan, Makmun mengaku tidak sadar. Bahkan, saat ia menggorok korban Mahmudah ia melakukannya dengan membabi buta. Tidak terkecuali Asni yang mendengar teriakan ibunya bangkit dan memeluk ibunya tidak luput dari gorokan.</p>
<p>&#8220;Saya melakukannya tidak sadar akibat minum Gajah. Saya sudah kalap. Saat masuk ke kelambu terus menggoroknya, ternyata Pina juga kena,&#8221; ujar Makmun kepada Metro di ruang Unit Jatanras Satreskrim Polres Banjar, Rabu siang.</p>
<p>Selama tinggal bersebelahan dalam setahun ini, di antara mereka tidak pernah ada permusuhan. Ia dengan Ahmad bisnis bareng dengan berjualan intalo itik. Kendati demikian hubungannya jugatidak dekat sehingga merasa tidak ada ikatan emosi dengan Asni.</p>
<p>&#8220;Saya cuma tersinggung dengan ucapan korban sehingga saya yang saat itu membawa pisau kalap dan mengejar dan membunuhnya,&#8221; ujarnya sambil mengaku pembunuhan itu muncul spontan dan tanpa direncanakan dahulu.</p>
<p>Ia mengatakan, tidak tahu lagi menyusul dijebloskannya di rumah tahanan Mapolres Banjar. Selama di pelarian, Makmun mengaku sama tidak pernah sekalipun menghubungi istrinya memberikan kabar pelarian dirinya.</p>
<p>Saat ditanyakan apakah ada gangguan dari kedua arwah selama pelarian, Makmun mengaku tidak merasakannya. &#8220;Perasaan saya biasa-biasa  namun kadang memang tidak tenang,&#8221; ujarnya sambilmengungkapkan dirinya sama sekali memperhatikan pemberitaan media menyangkut eksekusi yang dilakukannya.</p>
<p>Makmun juga mengatakan, ia menyerahkan diri setelah dibujuk  salah seorang kerabatnya. Ia sempat bertemu dengan kedua orang tuanya sekitar lima menit di Guntung Payung sebelum akhirnyadiserahkan ke Mapolres Banjar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. esy</p>
<p>Nyaris Dihantam</p>
<p><font size="2">MARTAPURA- Kali pertama setelah pembunuhan terhadap ibu anak, Hj Mahmudah (24) dan Asni Alvina alias Pina (6), pada Minggu (13/1) sekitar pukul 00.30 Wita, di Desa Selat Makmur, Beruntung Baru, Banjar, tersangka pelakunya, yakni Makmun (26), dibesuk kerabat.<br />
Namun, bukan pula sembarang kerabat. Pasalnya, Ahmad Hernadi (27) lah yang menemui Makmun di selnya, Mapolres Banjar. Dia tak lain tak bukan suami almarhumah sekaligus ayah dari bocah TK tak berdosa itu, yang juga ipar dari tersangka.<br />
Hanya, pertemuan itu begitu singkat. Ketika Ahmad, kakak kandung dari istri tersangka, yakni Ny Hilda, melihat iparnya tersebut, semburan kemurkaan meluncur dari mulut pria yang masih sangat berduka ini karena kehilangan 2 orang terkasihnya sekaligus.<br />
Diketahui, pertemuan tersebut berlangsung Kamis (17/1) sekitar pukul 13.00 Wita. Ahmad datang sendiri memenuhi panggilan polres untuk memberi keterangan sebagai saksi dalam kasus yang menewaskan istri tercinta dan buah hatinya yang semata wayang itu.<br />
Namun sebelum berlangsung pemeriksaan, Ahmad minta izin agar diperkenankan bertemu dengan tersangka. Alasannya, ia hendak meyakinkan kalau yang telah ditahan memang Makmun.<br />
Akhirnya Ahmad pun mendapat izin. Ia kemudian dikawal menuju ke rutan. Ketika penjagal Beruntung Baru itu muncul dan berhadapan, kemurkaan berbalut duka pada diri Ahmad tak tertahankan lagi. Makiannya meluncur cepat.<br />
“Kanapa ikam tega-teganya melakukan itu (membunuh istri dan anak, Red.),” ucapnya nyaring yang membuat kaget penjaga, pengawal termasuk pula para tahanan di beberapa sel lainnya.<br />
Cepat petugas menggiring kembali pria yang masih belum kering akan kenangan indahnya bersama Hj Mahmudah dan Pina yang semuanya telah tiada itu. Sementara, tersangka Makmun hanya bersikap diam, lalu kembali ke bagian dalam selnya.<br />
Menurut Ahmad kepada Kasatreskim Polres Banjar, AKP Sabana Atmojo, dirinya tak menyangka sama sekali kalau sang ipar bisa melakukan perbuatan biadab dengan menggorok leher istri dan membunuh buah hatinya itu.<br />
“Padahal tidak pernah merasa bermusuhan dengan tersangka,” ucap Kasatreskrim meniru perkataan suami almarhumah.<br />
Suami korban juga mengharapkan tersangka Makmun dihukum seberat-beratnya sesuai dengan aturan yang berlaku.<br />
“Ia mengharapkan pelaku dihukum berat, sesuai dengan aturan yang berlaku,” ulang Sabana.<br />
Sedangkan dalam pemeriksaan terhadap Ahmad, dikatakan kepada penyidik, sang istri pernah mengajak untuk pindah rumah. Rumah mereka memang dekat dengan rumah tersangka, di Desa Selat Makmur RT2, Beruntung Baru. Malah, satu-satunya tetangga yang ada.<br />
Alasan korban, disebutkan kalau tersangka kerap berlaku kasar. Diduga, dengan pindah rumah, korban tak lagi merasa dikasari tersangka. Hanya, polisi masih melakukan penyelidikan lebih mendalam atas hal ini.<br />
Sementara itu, Kasatreskrim juga menambahkan, seluruh saksi maupun tersangka telah menjalani pemeriksaan. Tersangka terancam hukuman maksimal mati karena perbuatan yang dilakukannya memenuhi pasal 340 KUHP, yakni tentang pembunuhan berencana.<br />
Diberitakan, tersangka kasus pembunuhan sadis di Desa Selat Makmur Beruntung Baru, Minggu (13/1) sekitar pukul 00.30 Wita itu akhirnya diserahkan ke Polres Banjar oleh keluarganya, Rabu (16/1) dinihari.<br />
Istri-Anak Dilarang<br />
Kangen. Tidak hanya Ahmad Hernadi yang kangen kepada 2 orang terkasihnya yang telah pergi selamanya, tapi juga Makmun, tersangka pelaku penjagalan.<br />
Penuturan Makmun kepada Metro Banjar, Sabtu (19/1) siang,<br />
menyusul dirinya dijebloskan ke rutan Mapolres Banjar, hingga saat ini tidak ada seorang pun kerabat korban yang datang.<br />
Bahkan istrinya, Hilda, dan anaknya sendiri, tidak pernah menjenguknya di rumah tahanan Mapolres Banjar.<br />
“Saya kangen istri dan anak. Tetapi sepertinya mereka tidak mungkin ke sini karena tidak diizinkan orangtuanya. Yang sudah jenguk, teman-teman Beruntung (dari Kecamatan Beruntung Baru, Red.) dan keluarga dari Kandangan,” ujarnya pasrah.<br />
Kedua orangtuanya juga pernah datang untuk menjenguknya di rutan mapolres. Namun karena datangnya terlambat melebihi jam besuk, orangtunya tidak diperkenankan bertemu.<br />
Disinggung tentang pertemuan dengan suami para korban yang telah dijagal, Makmun hanya mengatakan, petugas tidak membolehkan untuk berbicara.<br />
“Bertemunya sebentar. Tidak boleh bicara. Jadi hanya diam saja,” cetusnya, tanpa merinci perasaannya atas perbuatan yang telah dilakukan serta ucapan keras suami almarhumah. esy</font></p>
<p><font size="2"><br />
</font> </p>
<p></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/esymetrobanjar.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/esymetrobanjar.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/esymetrobanjar.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/esymetrobanjar.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/esymetrobanjar.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/esymetrobanjar.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/esymetrobanjar.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/esymetrobanjar.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/esymetrobanjar.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/esymetrobanjar.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/esymetrobanjar.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/esymetrobanjar.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/esymetrobanjar.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/esymetrobanjar.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/esymetrobanjar.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/esymetrobanjar.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=esymetrobanjar.wordpress.com&amp;blog=2451862&amp;post=24&amp;subd=esymetrobanjar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://esymetrobanjar.wordpress.com/2008/01/20/24/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/746f2349eccf7e1cc66dfc2bb5c791f1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ekosutriyanto</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
